Happy Valentine

Diberdayakan oleh Blogger.

dufo

The colored widget.
RSS
Tampilkan postingan dengan label kesehatan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan anak. Tampilkan semua postingan

resep makanan bayi

Bubur Bayi merupakan Menu Makanan Bayi - Memperhatikan makanan bayi adalah mutlak yang harus dilakukan oleh seorang ibu. Gizi pada bayi harus diperhatikan secara khusus agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Apalagi bayi masih berumur muda, walaupun sebenarnya tidak perlu memperhatikan usia bayi. Ya karena gizi bayi WAJIB diperhatikan.


Dipasaran ibu rumah tangga bisa menemukan beragam aneka bubur bayi dan aneka makanan bayi yang bisa diberikan kepada anak. Akan tetapi, mencoba membuat bubur bayi sendiri itu merupakan kepuasan sendiri. Selain ibu lebih tahu kualitas bubur bayi yang ada, kreatifitas ibu dalam mengolah makanan bayi juga akan semakin baik.

Nah, buat ibu rumah tangga yang ingin membuat bubur bayi bisa melihat beberapa resep bubur bayi dibawah ini:

1. Bubur Bayi Kentang Brokoli

Bahan :
  • 40 gram Daging Ayam, cuci, buang lemaknya, potong kecil.
  • 100 gram Tahu, potong kecil.
  • 200 gram Kentang, kupas, potong kecil.
  • 40 gram Wortel, kupas, potong kecil.
  • 120 ml Air.
  • 25 gram Brokoli, petik sesuai kuntum, potong kecil.

Cara Membuat :
  •     Masukkan Daging Ayam, Tahu, Kentang, dan Wortel ke dalam panci. Tambahkan Air, lalu masak sampai mendidih. Tutup, dan biarkan selama 30 menit.
  •     Masukkan Brokoli, masak dalam keadaan tertutup selama 10 menit atau sampai brokoli lunak, angkat.
  •     Masukkan ke dalam blender dan haluskan. Tuang dalam Mangkuk dan biarkan dingin.
  •     Hidangkan segera.

2. Bubur Ayam Bayam Merah

Bahan:
  • 70 gr beras merah
  • 500 cc kaldu ayam sayuran (lihat resep kaldu ayam sayuran)
  • 50 gr daging ayam, potong dadu
  • 50 gr wortel, kupas, potong dadu
  • 50 gr bayam merah, cincang kasar
  • 2 sdt margarin
Cara Membuat:
  •     Masukkan beras dan ayam ke dalam kaldu ayam sayuran hingga lunak. Masukkan wortel dan teruskan merebus.
  •     Tambahkan bayam, garam, dan margarin, rebus selama 3 menit. Angkat.
  •     Masukkan ke dalam blender dan haluskan. Tuangkan ke dalam wadah dan sajikan saat sudah dingin
3. Bubur Bayi Pisang Apel

Bahan:
  • 250 gr pisang ambon, rebus sebentar
  • 100 gr apel, kupas, potong kecil, rebus sebentar
  • 4 sdm susu formula I, seduh dalam 250 cc air rebusan pisang dan apel

Cara Membuat:
Campur semua bahan dan masukkan ke dalam blender. Haluskan. Tuang ke dalam wadah saji dan biarkan agak dingin.

4. Nasi Tim Hati

Bahan :
  • 600 ml air.
  • 2 sendok makan beras.
  • 25 gram Hati Ayam, iris kecil.
  • 25 gram Tempe.
  • 50 gram Labu Kuning, parut.
  • 1 iris Tomat matang.
  • 1/4 sendok teh Garam Halus.
  • 1 sendok teh Minyak.
Cara Membuat :
  •     Masak Air bersama Beras, Hati Ayam serta Tempe. Aduk perlahan hingga agak mengental.
  •     Masukkan Labu Kuning, Tomat dan masak sambil diaduk hingga matang.
  •     Tambahkan Garam dan Minyak, aduk hingga tercampur rata. Angkat, dan biarkan hingga dingin.
  •     Saring atau masukkan k dalam blender dan haluskan.
  •     Tuang dalam mangkuk dan sajikan 

Sumber: bank resep keluarga Jatmiko

Itulah beberapa contoh resep bubur bayi sekaligus cuga lengkap dengan cara membuat bubur bayi yang bisa ibu-ibu coba untuk anak tercinta. Memang, untuk membuat makanan bayi yang bergizi diperlukan beberapa jenis makanan sekaligus juga tidak membuat bayi jadi bosan.

Oleh karena itu, ada baiknya ibu juga melihat beberapa contoh makanan dari produk yang paling ibu percaya untuk kesehatan bayi. Nah, silahkan saja dicari lagi jenis bubur anak yang lain untuk variasi makanan anak setiap harinya.

Untuk membantu ibu dalam menemukan ide, silahkan saja lihat beberapa contoh makanan sehat dan bergizi anak dari promina atau sumber yang lain melalui pencarian di internet. Lihat juga resep beberapa makanan yang sudah ada sebelumnya, seperti; puding coklat, pancake, kue brownis yang termasuk kedalam kue basah dan juga resep kue kering.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

perkembangan masa bayi

MASA BAYI (Psikologi Perkembangan)



A.  Berat badan bayi baru lahir (birthweight)
Berat badan bayi pada saat kelahiran, ditimbang dalam waktu satu jam sesudah lahir.
·         Bayi berat lahir cukup : bayi dengan berat lahir > 2500 g.
·         Bayi berat lahir rendah (BBLR) / Low birthweight infant : bayi dengan berat badan lahir kurang dari 1500 – 2500 g.
·         Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) / Very low birthweight infant : bayi dengan berat badan lahir 1000 – 1500 g.
·         Bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) / Extremely very low birthweight infant : bayi lahir hidup dengan berat badan lahir kurang dari 1000 g.
B. Perkembangan Masa Bayi
Bayi adalah seorang anak yang muda usianya. Disini akan dijelaskan tentang bentuk rupa ketika bayi baru lahir, seperti dagu dan pinggul bayi yang baru lahir itu sempit, dengan perut agak buncit, serta lengan dan kaki yang agak pendek. Berat badannya kurang lebih 7.5 paun (3.2 kilogram) dan panjangnya 14-20 inci (35.6-50.8 sentimeter, walaupun bayi baru lahir pramasa adalah lebih kecil). Kepala bayi baru lahir itu amat besar di banding bagian-bagian badan yang lain, Sedangkan tengkorak manusia dewasa adalah kurang lebih 1/8 dari panjang badan. Ketika dilahirkan, tengkorak bayi baru lahir masih belum sempurna menjadi tulang.
Setengah bayi baru lahir mempunyai bulu halus yang dinamakan lanugo, khususnya di belakang, bahu, dan dahi bayi pramasa. Lanugo hilang dengan sendirinya dalam masa beberapa minggu. Tidak semua bayi mempunyai rambut yang banyak. Ada yang botak, dan ada yang mempunyai rambut yang terlalu halus sehingga hampir tidak dapat dilihat. Biasanya setelah kelahiran, kulit bayi baru lahir sering berwarna keabu-abuan hingga biru suram. Bayi baru lahir itu basah dan diliputi oleh tanda jalur darah serta bahan putih yang dinamakan verniks kaseosa dan yang dianggap bertindak sebagai rintangan anti bakteria Bayi baru lahir mungkin juga mempunyai bintik Mongolia, berbagai tanda lahir, atau kulit mengelupas, khususnya di bagian pergelangan tangan, tangan, mata kaki, dan kaki. Bagaimanapun, semua ini dianggap biasa dan akan hilang dengan peredaran masa.
Tali pusar bayi baru lahir berwarna putih kebiru-biruan. Selepas kelahiran, dokter akan memotong tali pusar dan tali pusar yang ada di bayi baru lahir kira-kira panjangnya 1-2 inci. Tali pusar itu akan menjadi kering dan keriput, serta menjadi hitam, dan kemudian lepas dengan sendirinya dalam tempo kira-kira tiga minggu. Proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada ibunya di
20 – 30 menit setelah ia lahir. Seperti yang telah diketahui bersama, ibu harus menyusui sesering mungkin kapanpun bayi menginginkannya. Ini berarti, paling tidak tiap 2 hingga 3 jam sekali dan tiap 4 hingga 5 jam di malam hari dari 8 hingga 12 kali menyusui selama 24 jam. Umumnya bayi menyusu kira-kira 20-40 menit sekali.
1). Pada masa bayi baru lahir (Neonatal)
a.       Periode Partunate, dimana masa ini dimulai dari saat kelahiran sampai 15 dan 30 menit setelah kelahiran.
b.      Periode Neonate, dimana masa ini dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai sekitar akhir minggu kedua dari kehidiupan pascamatur.
Ciri-Ciri bayi neonatal
Ø  Masa bayi neonatal merupakan periode yang tersingkat dari semua periode perkembangan. Masa ini hanya dimulai dari kelahiran sampai tali pusar lepas dari pusarnya
Ø  Masa bayi neonatal merupakan masa terjadinya penyesuaian yang radikal. Masa dimana suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar.
Ø  Masa bayi neonatal merupakan masa terhentinya perkembangan. Ketika periode pranatal sedang berkembang tiba-tiba terhenti pada kelahiran.
Ø  Masa bayi neonatal merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya. Perkembangan individu di masa depan akan tampak pada waktu dilahirkan .
Ø  Masa bayi neonatal merupakan periode yang berbahaya. Masa ini berbahaya karena sulitnya menyesuaikan diri pada lingkungan yang baru.
Penyesuaian pokok yang dilakukan bayi neonatal
Perubahan suhu, dimana ketika didalam rahim suhu berkisar 1000 F, namun suhu diluar berkisar 600 sampai 700 F
Ø  Bernapas, jika tali pusar diputus maka bayi mulai harus menapas serndiri.
Ø  Mengisap dan menelan, jadi bayi sudah tidak lagi mendapat makanan melalui tali pusar tetapi memperoleh makanan dengan cara mengisap dan menelan
Ø  Pembuangan, ketika bayi dilahirkan barulah alat-alat pembuangan itu berfungsi. Indikasi umum tentang kesulitan menyesuaikan kehidupan setelah kelahiran,
·         Berkurangnya berat badan
·         Perilaku yang tidak teratur
·         kematian pada bayi
2). Kondisi yang mempengaruhi penyesuaian diri pada kehidupan pascanatal
v  Lingkungan pranatal, dimana pada waktu dilingkungan pranatal tidak di rawat oleh ibunya sehingga dilingkungan pascanatal meempengaruhi perkembangannya.
v  Jenis persalinan, mudah atau sulitnya persalinan mempengaruhi penyesuaian pascanatal.
v  Pengalaman yang berhubungan dengan persalinan, ada dua pengalaman yang berpengaruh besar pada penyesuaian pascanatal,yaitu seberapa jauh ibu terpengaruh oleh obat-obatan dan mudah sullitnya bayi bernapas.
v  Lamanya periode kehamilan, jika bayi yang dilahirkan sebelum waktunya di sebut premature, sedangkan yang terlambat disebut postmatur. Abortus : bayi lahir dengan berat badan kurang dari 500 g, dan / atau usia gestasi kurang dari 20 minggu. Angka harapan hidup amat sangat kecil, kurang dari 1%
v  Sikap Orang tua, sikap yang menyenangkan dari orang tua memperlakukan bayinya itu akan mendorong penyesuaian yang baik.
v  Perawatan pascanatal, yaitu ada tiga aspek : pertama kebutuhan tubuh, kedua rangsangan yang diberikan.dan ketiga kepercayaan orang tua.
3). Bahaya pada bayi neonatal
a.       Bahaya fisik, seperti lingkungan pranatal yang tidak baik, persalinan yang sulit dan ruwet, kelahiran kembar, postmatur, premature dan kematian bayi
b.      Bahaya psikologis, seperti kepercayaan tradisional mengenai kelahiran, ketidakberdayaan, individualitas bayi, terhentinya perkembangan bayi, kurangnya rangsanagn,kemurungan orang tua baru, dan sikap yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berarti.
C. Perkembangan Sensoris dan Persepsi pada Masa bayi
1.      Sensasi dan Persepsi
Ketika informasi melakukan kontak dengan penerimaan sensor – mata, telinga, lidah, hidung, kulit – sensasi terjadi. Persepsi adalah interpretasi apa yang dirasakan.
2.      Persepsi Visual
a.       Dunia visual bayi yang baru lahir
Pernyataan William James yang mengatakan bahwa persepsi visual bayi merupakan suatu kebingungan yang luar biasa adalah tidak benar. Persepsi bayi yang baru lahir lebih maju dari yang kita pikirkan sebelumnya.
b.      Pemahaman visual
Penelitian Fantz – yang memperlihtkan bahwa bayi lebih senang pada pola bergaris daripada potongan benda/piringan berwarna cerah – memperlihatkan bahwa bayi yang baru lahir memiliki pemahaman visual.
c.       Kualitas penglihatan
Penglihatan bayi yang baru lahir kira-kira 20/600 pada bagan Snellen; pada usia 6 bulan, penglihatan meningkat hingga sekurang-kurangnya 20/100 pada skala yang sama.
d.      Wajah manusia
Wajah ialah suatu pola visual yang penting bagi bayi yang baru lahir. Bayi secara berangsur-angsur menguasai suatu urutan langkah dalam mempersepsi wajah manusia.
e.       Persepsi kedalaman
Suatu studi klasik oleh Gibson dan Walk (1960) memperlihatkan bahwa melalui penggunaan suatu jurang visual, bayi berusia 6 bulan ternyata dapat mempersepsi kedalaman.
D. Perkembangan Kognitif Bayi
Tahap sensori-motorik (Teori Piaget)
Tahap ini berlangsung dari lahir hingga kira-kira usia 2 tahun dan meliputi kemajuan dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi yang ia terima melalui gerakan-gerakan fisik. Tahap ini memiliki enam subtahap: refleks sederhana, kebiasaan pertama dan reaksi sirkuler primer, reaksi sirkuler sekunder (Reproduksi kejadian yang menarik), koordinasi reaksi sirkuler sekunder, reaksi sirkuler tersier keingintahuan akan sesuatu yang baru, dan internalisasi skema. Piaget membagi tahap sensorimotor dalam enam periode, yaitu:
a)      Periode 1 : Refleks (umur 0 – 1 bulan)
Periode paling awal tahap sensorimotor adalah periode refleks. Ini berkembang sejak bayi lahir sampai sekitar berumur 1 bulan. Pada periode ini, tingkah laku bayi kebanyak bersifat refleks, spontan, tidak disengaja, dan tidak terbedakan. Tindakan seorang bayi didasarkan pada adanya rangsangan dari luar yang ditanggapi secara refleks.
b)      Periode 2 : Kebiasaan (umur 1 – 4 bulan)
Pada periode perkembangan ini, bayi mulai membentuk kebiasan-kebiasaan pertama. Kebiasaan dibuat dengan mencoba-coba dan mengulang-ngulang suatu tindakan. Refleks-refleks yang dibuat diasimilasikan dengan skema yang telah dimiliki dan menjadi semacam kebiasaan, terlebih dari refleks tersebut menghasilkan sesuatu. Pada periode ini, seorang bayi mulai membedakan benda-benda di dekatnya. Ia mulai mengaakan diferensiasi akan macam-macam benda yang dipegangnya. Pada periode ini pula, koordinasi tindakan bayi mulai berkembang dengan penggunaan mata dan telinga. Bayi mulai mengikuti benda yang bergerak dengan matanya. Ia juga mulai menggerakkan kepala kesumber suara yang ia dengar. Suara dan penglihatan bekerja bersama. Ini merupakan suatu tahap penting untuk menumbuhkan  konsep benda.
c)      Periode 3 : Reproduksi kejadian yang menarik (umur 4 – 8 bulan)
Pada periode ini, seorang bayi mulai menjamah dan memanipulasi objek apapun yang ada di sekitarnya (Piaget dan Inhelder 1969). Tingkah laku bayi semakin berorientasi pada objek dan kejadian di luar tubuhnya sendiri. Ia menunjukkan koordinasi antara penglihatan dan rasa jamah. Pada periode ini, seorang bayi juga menciptakan kembali kejadian-kejadian yang menarik baginya. Ia mencoba menghadirkan dan mengulang kembali peristiwa yang menyenangkan diri (reaksi sirkuler sekunder). Piaget mengamati bahwa bila seorang anak dihadapkan pada sebuah benda yang dikenal, seringkali hanya menunjukkan reaksi singkat dan tidak mau memperhatikan agak lama. Oleh Piaget, ini diartikan sebagai suatu “pengiaan” akan arti benda itu seakan ia mengetahuinya.
d)      Periode 4 : Koordinasi Skemata (umur 8 – 12 bulan)
Pada periode ini, seorang bayi mulai membedakan antara sarana dan hasil tindakannya. Ia sudah mulai menggunakan sarana untuk mencapai suatu hasil. Sarana-sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan atau hasil diperoleh dari koordinasi skema-skema yang telah ia ketahui. Bayi mulai mempunyai kemampuan untuk menyatukan tingkah laku yang sebelumnya telah diperoleh untuk mencapai tujuan tertentu. Pada periode ini, seorang bayi mulai membentuk konsep tentang tetapnya (permanensi) suatu benda. Dari kenyataan bahwa dari seorang bayi dapat mencari benda yang tersembunyi, tampak bahwa ini mulai mempunyaikonsep tentang ruang.
e)      Periode 5 : Eksperimen (umur 12 – 18 bulan)
Unsur pokok pada perode ini adalah mulainya anak memperkembangkan cara-cara baru untuk mencapai tujuan dengan cara mencoba-coba (eksperimen) bila dihadapkan pada suatu persoalan yang tidak dipecahkan dengan skema yang ada, anak akan mulai mecoba-coba dengan Trial and Error untuk menemukan cara yang baru guna memecahkan persoalan tersebut atau dengan kata lain ia mencoba mengembangkan skema yang baru. Pada periode ini, anak lebih mengamati benda-benda disekitarnya dan mengamati bagaimana benda-benda di sekitarnya bertingkah laku dalam situasi yang baru. Menurut Piaget, tingkah anak ini menjadi intelegensi sewaktu ia menemukan kemampuan untuk memecahkan persoalan yang baru. Pada periode ini pula, konsep anak akan benda mulai maju dan lengkap. Tentang keruangan anak mulai mempertimbangkan organisasi perpindahan benda-benda  secara menyeluruh bila benda-benda itu dapat dilihat secara serentak.
f)       Periode Refresentasi (umur 18 – 24 bulan)
Periode ini adalah periode terakhir pada tahap intelegensi sensorimotor. Seorang anak sudah mulai dapat menemukan cara-cara baru yang tidak hanya berdasarkan rabaan fisis dan eksternal, tetap juga dengan koordinasi internal dalam gambarannya. Pada periode ini, anak berpindah dari periode intelegensi sensori motor ke intelegensi refresentatif. Secara mental, seorang anak mulai dapat menggambarkan suatu benda dan kejadian, dan dapat menyelesaikan suatu persoalan dengan gambaran tersebut. Konsep benda pada tahap ini sudah maju, refresentasi ini membiarkan anak untuk mencari dan menemukan objek-objek yang tersembunyi. Sedangkan konsep keruangan, anak mulai sadar akan gerakan suatu benda sehingga dapat mencarinya secara masuk akal bila benda itu tidak kelihatan lagi.
REFERENSI
  • Hurlock, Elizabeth B., PSIKOLOGI PERKEMBANGAN, Jakarta : Erlangga edisi kelima

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tumbuh kembang anak balita

 Tumbuh Kembang Anak Balita

Mencermati Tumbuh Kembang Anak Balita
Cermatilah tumbuh kembang anak balita anda, sehingga anak bisa mendapatkan stimulasi yang tepat dari orang tua dan dapat segera ditangani apabila ada masalah.
Istilah “tumbuh” biasanya digunakan sebagai acuan untuk aspek-aspek fisik yang mengalami perubahan, seperti tinggi badan, berat badan, dan lainnya. Sedangkan istilah “kembang” digunakan sebagai bahan acuan untuk aspek-aspek psikologis, seperti kognisi ataupun sosioemosional. Peran perubahan fisik dan psikologis pada tumbuh kembang anak adalah sama pentingnya.
Pada rentang usia tertentu seorang anak diharapkan bisa memiliki kemampuan tertentu, misalnya pada usia 8-9 bulan dapat duduk sendiri atau sudah bisa berjalan di usia 12-13 bulan. Akan tetapi setiap anak adalah unik, ada area-area dimana perkembangannya lebih maju, dan ada pula area dimana dia lebih tertinggal. Pada dasarnya ada 4 aspek tumbuh kembang anak, yaitu 1.fisik-motorik, 2.kognitif dan emosi, 3.bahasa/bicara, dan 4.sosial.
Orang tua sangat diharapkan memiliki dasar pengetahuan agar dapat mendeteksi jika ada masalah dalam tumbuh kembang anak, caranya bisa dengan mencocokkan perkembangan yang sudah dicapai si anak dengan tugas-tugas perkembangan yang harusnya sudah dikuasainya. Pengetahuan itu juga memungkinkan si anak mendapatkan stimulasi perkembangan secara optimal.
Orang tua harus mengkonsultasikan kepada ahlinya jika sang anak mengalami gangguan. Umumnya bila anak mengalami keluhan fisik (pertumbuhan), orangtua perlu mendatangi dokter terlebih dahulu (dokter anak atau dokter umum), jika keluhannya psikologis (perkembangan), seperti tidak bisa diam, perhatiannya kurang, atau tidak bisa bermain dengan anak sebayanya, maka orang tua perlu mendatangi psikolog. Kadang kala faktor fisik dan psikologis ini juga saling mempengaruhi. Karena itu orang tua bisa mendapatkan penjelasan dan mengetahui langkah lebih lanjut dari ahlinya.
1. Pertumbuhan fisik-motorik: Pertumbuhan fisik anak saat usia-usia awal perlu dimonitor, kurang optimalnya pertumbuhan menandakan ada sesuatu pada diri anak. Tumbuh kembang anak pada aspek fisik mencakup Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Kepala, dan Tonus Otot. Sedangkan Perkembangan motorik dibagi menjadi motorik kasar, yaitu gerakan fisik yang memerlukan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Motorik Halus berkaitan dengan perkembangan fleksibilitas tangan dan jari jemari untuk melakukan aktivitas seperti menyuapkan makanan ke mulut, menggambar, menulis, berpakaian, ataupun permainan yang membutuhkan koordinasi tangan, juga termasuk koordinasi otot-otot kecil di daerah oral, seperti lidah, bibir, dan otot pipi.
2. Perkembangan Kognitif dan Emosi: Proses kognitif merupakan proses seseorang memperoleh pengetahuan tentang dunia, yang meliputi proses berpikir, belajar, menangkap, mengingat, dan memahami. Perkembangan kognitif adalah pertumbuhan dan perkembangan kapasitas intelektual. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam perkembangan kognitifnya adalah Lingkungan, dimana lingkungan yang penuh kasih dan cukup rangsangan kemungkinan besar akan meningkatkan taraf kecerdasan anak, lalu Kematangan, dimana perkembangan susunan saraf yang matang akan menjdikan fungsi-fungsi oran tubuh/indra lebih sempurna, serta Pengaruh sosial, dimana hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, seperti pengasuhan, pendidikan akan memberikan pengaruh pada perkembangan kognitif anak. Perkembangan emosi dimulai sejak anak lahir hingga besar. Anak mengembangkan emosinya melalui pengalaman yang didapat dengan berinteraksi dengan orang di sekitar dan lingkungannya. Reaksi emosi itu antara lain: Takut, Cemas, Marah, Cemburu, Iri hati, Sedih, Sayang, dan Gembira.
3. Perkembangan Bahasa: kemampuan berbahasa adalah kemampuan seseorang untuk mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya, bahkan yang abstrak dan kompleks sekalipun, melalui rangkaian kata bermakna sehingga dapet dipahami oleh lingkungannya. Kemampuan ini sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Oleh karena itu sering-seringlah mengajak anak berbicara agar kemampuan bahasanya berkembang. Dengan menguasai bahasa, anak mengerti aturan berkomunikasi yang akan berguna sampai dewasa, termasuk tata cara dan sopan santun berbahasa.
4. Perkembangan Sosial: perkembangan ini menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dan mengembangkan tingkah laku sosialnya agar dapat bersosialisasi dengan baik. Perkembangan ini mencakup 4 hal, yaitu: kemampuan Interpersonal, yang merupakan keterampilan yang digunakan dalam interaksi sosial, seperti bersahabat, menolong, menerima dan memberi pujian, lalu kemampuan untuk diterima teman sebaya, keterampilan mengatur diri sendiri dalam situasi sosial, serta keterampilan berkomunikasi untuk menjalin hubungan baik dengan menjadi pendengar yang responsif, memberi perhatian, dan lainnya. Sejak umur setahun, orang tua dapat mengajarkan pada anak keterampilan sosial dengan cara memberikan contoh langsung, seperti mengucapkan terima kasih, meminta tolong, mengantre, mengucapkan permisi, berbagi, serta belajar untuk meminta maaf.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

diet sehat bayi

Diet Sehat  Bayi

Untuk menangani dan mencegah obesitas pada bayi Diet Sehat  Bayi adalah cara yang sebaiknya diterapkan oleh orang tua. Banyak orang tua tidak mengetahui bahwa bayi membutuhkan diet agar kesehatan dan asupan makannya bisa terjaga. Anda pasti tahu sendiri bukan bahwa bayi yang berusia dibawah 1 tahun rata-rata belum bisa bergerak aktif sehingga asupan yang berlebih akan membuat bayi mudah menjadi gemuk. Nah apabila tubuh bayi ini sudah menjadi gemuk, maka porsi makan dari sang bayi akan meningkat cukup drastis sehingga tubuhnya menjadi lebih gemuk lagi sampai akhirnya bisa menderita obesitas.
Sayangnya permasalahannya dimulai dari sini. Memang anda tahu diet adalah wajib bagi bayi anda, akan tetapi bagaimanakah anda tahu bahwa bayi anda sedang membutuhkan asupan atau tidak? Bagaimana anda bisa tahu jika bayi anda menangis berarti tidak sedang merasa gerah atau terganggu? Bagaimana anda tahu bahwa konsumsi anda sehari-hari adalah sehat bagi anda dan ASI anda? Dan bagaimana anda tahu waktu yang tepat untuk menghentikan pemberian ASI anda? Ya, inilah beberapa permasalahan yang sering kali ditanyakan oleh para ibu dan kali ini anda akan mempelajarinya.

Diet Sehat Untuk Bayi, Penting atau hanya Sampingan?

Banyak orang yang mengatakan bahwa memiliki bayi yang agak gemuk merupakan hal yang penting karena menandakan bahwa bayi tersebut sehat dan terawat. Nah sayangnya ini sering kali disalah artikan oleh banyak pihak sehingga mereka beranggapan bahwa bayi yang gemuk sama dengan sehat. Padahal maksud dari pernyataan diatas itu adalah bayi agak gemuk adalah bayi yang tidak kurus namun juga tidak gemuk berlebih atau dengan kata lain adalah bayi yang normal namun lebih berisi / berotot.
Nah untuk mendapatkan bayi sehat yang seperti ini maka anda harus bisa melakukan diet dengan cara mengatur asupan ASI yang masuk sebaik mungkin. Selain itu faktor makanan sang ibu juga harus diperhatikan termasuk mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, banyak mengkonsumsi buah dan tentunya benar-benar menjauhi tindakan terlarang seperti merokok dan minum alkohol.

Melakukan Diet Sehat Untuk Bayi

Untuk melakukan diet pada bayi maka anda perlu untuk mengenal tata cara memberikan asupan padanya. Pada usia 0-6 bulan anda hanya boleh memberikan ASI saja pada sang bayi karena organ dalam seperti sistem pencernaannya hanya bisa menerima zat alami saja dalam jangka waktu ini. Dalam menyusui pastikan anda benar-benar mengetahui bahwa bayi anda sudah cukup minum dengan cara melihatnya apakah dia menolak saat diberikan ASI ataukah tidak.
Setelah memasuki usia 6 bulan ke atas gabungkan ASI dengan makanan baru seperti sereal dan juga bubur. Pengenalan makanan ini sangat penting dilakukan secara bertahap sehingga nantinya bayi anda bisa menerima dengan baik makanan luar yang masuk. Usahakan jika membuat bubur, buatlah dari buah alami yang kaya akan energi seperti pisang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bayi tidur nyenyak

5 cara agar bayi anda tidur dengan nyenyak

kadang-kadang bayi susah untuk tidur,,maka dari itu saya memberikan tips bayi tidur nyenyak.supaya bayi tidur nyenyak ikuti cara-cara ini 

  1. Terapkan pola tidur malam untuk bayi. Pola tidur ini bisa dimulai sejak bayi baru lahir/ newborn.
  2. Lakukan perawatan bayi secara teratur. Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun khusus bayi yang lembut di kulit sambil dipijat dengan lembut dengan baby oil.
  3. Saat bayi anda tidur, hindari sinar terang benderang atau suara-suara yang dapat menstimulasi bayi untuk tetap terjaga.
  4. Berikan susu (ASI atau Formula) menjelang jam tidur agar bayi tidak terbangun karena lapar. Ketika bayi sudah lebih besar, berilah makan lebih banyak maka dia akan tidur sepanjang malam
  5. Buatlah bayi terjaga selama mungkin pada siang hari. Jika bayi tidur siang/sore lebih dari 3 jam, bangunkanlah dan ajak bayi anda bercanda atau bermain selama beberapa saat.                                                                                                                                                                                           nah itu ada 5 cara atau tips buat bayi tidur nyenyak..kalau kamu yang punya ade masih bayi coba derh ikuti cara-cara ini biar ade kamu bisa tidur nyenyak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS